KABAR GEMBIRA BAGI PECINTA HABAIB ANAK CUCU NABI MUHAMMAD SAW
ketahuwilah para habaib atau anak cucu nabi (ahlu bait) memang memiliki kemuliaan khusus dan beliau SAW pun telah menunjukkan perhatiannya yang amat besar kepada mereka. Di masa hidupnya, beliau berulang-ulang menghimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah swt telah memerintahkan kpd kaum muslimin melalui firmannya :
قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا
الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ
فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi saw tidak meminta kepada kaum muslimin atas penyampaian agama yang lurus (Islam) keuntungan duniawi, tetapi Nabi saw hanya meminta agar kaum muslimin mencintai Allah swt dan Rasul-Nya dalam mendekatkan diri kepada Allah swt dengan cara mencintai keluarga Nabi saw.
Dalam ayat itu dijelaskan bahwa apa yang diminta oleh Rasullah agar mencintai keluarganya itu adalah untuk kebaikan kaum muslimin sendiri, dan Rasulullah meminta kepada kaum muslimin agar mencintai Ahlubait nya bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan itu atas perintah Allah SWT. Karena itu, sudah sepatutnya seluruh kaum muslimin memenuhi hati mereka dengan kecintaan dan kasih sayang kepada ahlu bait serta menghormati dan memuliakan mereka, demi kekerabatan mereka dengan Rasulullah saw, tanpa berlebih-lebihan dan sikap keterlaluan.
Rasulullah saw bersabda :
'‘ Dua golongan akan binasa akibat sikapnya terhadap Ali, yaitu golongan yang mencintainya secara berlebih-lebihan sehingga kecintaannya itu membawa mereka ke jalan yang tidak benar (kaum syi'ah); dan golongan yang lain ialah mereka yang membenci Ali secara berlebih-lebihan sehingga kebenciannya membawa mereka ke jalan yang tidak benar (kaum Nawasib/wahabi). Orang yang bersikap baik terhadap diriku ialah mereka yang mengikuti jalan yang ditempuh oleh jamaah terbanyak. Karena itu hendaklah kalian berpegang pada jalan itu. Ingatlah bahwa pertolongan Allah dilimpahkan kepada jamaah. Janganlah kalian bercerai-berai, karena orang yang memisahkan diri dari jamaah akan menjadi mangsa setan, sebagaimana kambing akan menjadi mangsa srigala bila ia terpisah dari rombongannya ''.
Bagi para pecinta ahlu bait Nabi saw, Rasulullah saw telah memberikan kabar gembira kepada mereka. Mereka yang mengikuti dan mencintai ahlu bait dengan tulus ikhlas, Rasulullah saw menjanjikan surga, sebagaimana sabdanya :
يا علي ان اول من يدخل الجنة أنا وانت و فاطمة والحسن و الحسين. قلت يا رسول الله فمحبنا , قال من وارئكم
Rasulullah saw bersabda :
انما سميت ابنتي فاطمة لان الله عز و جل فطمها وفطم محبيها من النار
Rasulullah saw bersabda :
انا اول الناس دخولا في الجنه ثم ذريتي ثم محبونا يدخل الجنة بغير حساب لا يسألون عن ذنبهم بعد المعرفة و المحبة
Rasulullah saw bersabda :
يا
علي خلقت من شجرة و خلقت منها و أنا اصلها و انت فرعها والحسن و الحسين
اغصانها ومحبونا اوراقها فمن تعلق بشيئ منها ادخله الله الجنة
Rasulullah saw bersabda :
اول من يرد على الحوض اهل بيتي ومن احبني من امتي
Bagi ahlu bait tanggung jawab yang paling penting adalah mereka harus mengetahui kedudukan mulia yang dimiliki Rasulullah saw serta keluhuran namanya, demikian pula sesuatu yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada beliau berupa keluhuran jiwa dan kesucian hati, serta bagaimana Rasulullah saw mendidik istri-istri dan anak cucunya dengan pengarahan yang baik serta pensucian jiwa yang matang agar rumah tangga beliau saw menjadi sebaik-baik rumah tangga di bumi dari segi akhlaqnya, amaliahnya, ilmu dan sopan santunnya, sebagaimana Rasulullah saw sendiri menjadi panutan yang diberkahi bagi kaum muslimin, yang wajib diikuti oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو
اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
(QS: Al-Ahzab Ayat: 21)

Posting Komentar